Kembali ke Artikel
Depok: Kota yang Sering Dijadiin Meme, Tapi Punya Banyak Cerita Menarik
Local Insight

Depok: Kota yang Sering Dijadiin Meme, Tapi Punya Banyak Cerita Menarik

29 Juni 2026
84 tampilan
ShareWhatsAppFacebookX

Kalau dengar nama Depok, banyak orang langsung kepikiran macet, Margonda, atau meme absurd yang sering wara-wiri di internet. Bahkan kadang Depok lebih dikenal karena kejadian - kejadian anehnya daripada prestasinya. Tapi kalau dilihat lebih dalam, kota ini sebenarnya punya sejarah panjang, budaya unik, dan perkembangan yang cukup gila dalam dua dekade terakhir.

Kalau dengar nama Depok, banyak orang langsung kepikiran macet, Margonda, atau meme absurd yang sering wara-wiri di internet. Bahkan kadang Depok lebih dikenal karena kejadian - kejadian anehnya daripada prestasinya. Tapi kalau dilihat lebih dalam, kota ini sebenarnya punya sejarah panjang, budaya unik, dan perkembangan yang cukup gila dalam dua dekade terakhir.

Depok bukan cuma kota satelit Jakarta. Depok itu kota dengan identitas sendiri.

1. Depok itu lebih tua dari yang banyak orang kira

Banyak yang ngira Depok baru “lahir” pas jadi kota tahun 1999. Padahal sejarahnya udah dimulai sejak abad ke-17.

Pada tahun 1696, seorang pejabat VOC bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di wilayah yang sekarang jadi Depok. Yang menarik, sebelum meninggal, dia membebaskan para pekerjanya dan mewariskan tanah itu kepada mereka. Ini jadi salah satu kisah pembebasan budak yang cukup unik di Indonesia. 
Jadi, jauh sebelum Depok punya mall dan apartemen, kota ini sudah punya sejarah sosial yang kompleks.

2. Kota kampus yang bikin ekonominya hidup

Kalau ngomongin Depok, susah lepas dari Universitas Indonesia.

Kampus ini jadi magnet utama. Ribuan mahasiswa datang setiap tahun, bikin bisnis kos-kosan, kuliner, laundry, kopi, sampai coworking space tumbuh cepat.

Efeknya? Banyak area di sekitar Kukusan, Beji, dan Margonda hidup hampir 24 jam.

Bisa dibilang, mahasiswa adalah “mesin ekonomi” tidak resmi Depok.

3. Margonda: jalan yang nggak pernah benar-benar tidur

Jalan Margonda Raya adalah urat nadi Depok.

Siang macet, malam ramai, subuh pun masih ada yang nongkrong.

Di sini semuanya ada:

* mall
* coffee shop
* apartemen
* kampus
* rumah sakit
* kuliner 24 jam

Kalau Jakarta punya Sudirman, Depok punya Margonda (versi chaos-nya).

4. Depok punya “kampung Belanda” kecil

Masih ada jejak peninggalan kolonial di kawasan Depok Lama.

Beberapa bangunan tua, gereja tua, dan makam keluarga lama masih berdiri sampai sekarang. Ini jadi bukti bahwa Depok punya akar sejarah yang lebih dalam daripada sekadar kota penyangga Jakarta. 
Banyak orang Depok sendiri bahkan belum pernah eksplor area ini.

5. Kota dengan pertumbuhan paling agresif

Dulu Depok identik dengan kebun dan perumahan sederhana. Sekarang?

Apartemen naik cepat, jalan makin padat, pusat bisnis makin banyak.

Menurut data BPS 2024 yang dirangkum beberapa sumber, penduduk Depok sudah mendekati 2 juta jiwa. 

Itu artinya, Depok bukan kota kecil lagi. Ini kota besar dengan tekanan urban yang serius.


6. Banyak dihina, tapi tetap jadi tempat tinggal favorit
Ini fakta menarik.

Walaupun sering jadi bahan bercandaan internet, harga properti di Depok terus naik. Banyak pekerja Jakarta tetap pilih tinggal di sini karena:

  • akses KRL gampang
  •  lebih murah dibanding Jakarta
  •  fasilitas lengkap
  •  dekat ke mana-mana

Lucunya, banyak yang bilang “Depok jelek”, tapi tetap nyari kontrakan di Depok.

Ironi urban.


Depok itu kota yang unik.

Di satu sisi, dia chaotic, padat, kadang bikin emosi. Tapi di sisi lain, dia hidup, berkembang, dan punya sejarah yang nggak semua orang tahu.

Mungkin Depok bukan kota paling indah.
Tapi jelas, Depok adalah salah satu kota paling menarik buat dibahas.

Karena di Indonesia, cuma Depok yang bisa punya:
kampus top, sejarah kolonial, meme liar, dan jalanan chaos… dalam satu paket.

sumber
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/ph/article/view/46435
https://journal.student.uny.ac.id/ilmu-sejarah/article/view/12503
https://sejarah.fkip.uns.ac.id/2025/01/23/kota-depok-dari-era-cornelis-chastelein-hingga-milik-negara-kajian-sejarah-atas-warisan-kolonial-dan-identitas-kota
https://depok.imn.co.id/07/26/sejarah-singkat-kota-depok-asal-usul-nama-pembebasan-budak-hingga-lokasi-pertapaan