Lagi Stres Kerja? Di Tapos Ada Taman Kuliner, Pak RT Malah Ikut Ngeband
Gaya Hidup

Lagi Stres Kerja? Di Tapos Ada Taman Kuliner, Pak RT Malah Ikut Ngeband

30 September 2026
24 tampilan
BagikanWhatsAppFacebookX

Tapi yang cukup menarik perhatian justru penampilan dadakan dari Ketua RT Didi bersama istrinya dan seorang kawan lama. Mereka ternyata pernah bermain band sejak zaman SMA sampai kuliah. Jadi bisa dibilang, ini bukan sekadar Pak RT yang tiba-tiba mengambil mikrofon karena sedang percaya diri.

DepokOnline — 30 September 2026

Jam makan siang biasanya punya dua pilihan.

Makan sambil kerja.

Atau makan sambil menatap layar laptop dan bertanya dalam hati, “Ini kapan kelarnya?”

Tapi di Tapos, Depok, ada suasana yang sedikit berbeda.

Ada tempat yang menggabungkan kuliner, ruang terbuka, komunitas, dan musik. Namanya Taman Musik & Kuliner Sukatani.

Yang menarik, panggungnya bukan cuma buat musisi muda.

Dalam sebuah kegiatan musik pada Sabtu, 26 September lalu, Ketua RT setempat bersama istrinya ikut tampil membawakan lagu bersama teman-teman mereka.

Jadi kalau biasanya Pak RT sibuk urusan warga, kali ini urusannya sedikit beda:

pegang mic.

Dari Anak Sekolah Sampai Pak RT Ikut Naik Panggung

Acara tersebut menghadirkan tujuh band pelajar dari sejumlah sekolah di Depok.

Ada juga penampilan band classic rock Woxx Band yang ikut menghidupkan suasana.

Tapi yang cukup menarik perhatian justru penampilan dadakan dari Ketua RT Didi bersama istrinya dan seorang kawan lama.

Mereka ternyata pernah bermain band sejak zaman SMA sampai kuliah.

Jadi bisa dibilang, ini bukan sekadar Pak RT yang tiba-tiba mengambil mikrofon karena sedang percaya diri.

Ada sejarahnya.

Bedanya mungkin cuma satu.

Dulu nge-band buat gaya.

Sekarang nge-band sambil menjalankan tugas sosial sebagai warga. 

Ternyata Istrinya Bukan Orang Sembarangan

Ada fakta menarik lainnya.

Istri Ketua RT tersebut, Danti Putri Rama, pernah menjadi juara 1 Mpok Depok pada 2006.

Jadi kalau kemudian ikut tampil di atas panggung, sebenarnya kemampuan tampil di depan orang banyak bukan hal baru.

Panggungnya saja yang berbeda.

Dulu ajang pemilihan.

Sekarang panggung warga.

Dan mungkin penontonnya juga lebih santai karena sambil jajan.

Bukan Sekadar Tempat Makan

Konsep Taman Musik & Kuliner Sukatani ini yang sebenarnya cukup menarik.

Lokasinya berada di kawasan Tapos Gas Alam, tepat di belakang Kantor Kelurahan Sukatani.

Tempat ini mencoba menggabungkan beberapa aktivitas sekaligus: musik, kuliner, komunitas, dan UMKM.

Jadi orang datang bukan cuma untuk makan.

Bisa duduk santai.

Bisa ngobrol.

Bisa menikmati musik.

Dan kalau sedang ada acara, bisa ikut meramaikan kegiatan warga.

Di saat yang sama, pedagang UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk berjualan dan mendapatkan tambahan pembeli dari keramaian acara.

Menurut gue, konsep seperti ini justru menarik.

Karena sebuah tempat tidak harus selalu dibuat megah untuk menjadi ramai.

Kadang cukup ada makanan, musik, tempat duduk, dan orang-orang yang mau berkumpul.

Yang Dicari Orang Setelah Seharian Kerja Mungkin Sesederhana Ini

Ada satu hal yang sering kita lupakan ketika hidup sudah penuh jadwal.

Orang sebenarnya tidak selalu mencari hiburan yang mahal.

Kadang cuma ingin duduk.

Makan sesuatu.

Dengerin musik.

Ngobrol sama teman.

Lihat anak muda tampil.

Atau ketawa karena tiba-tiba Pak RT naik panggung.

Sesederhana itu.

Dan mungkin justru hal-hal seperti ini yang membuat sebuah lingkungan terasa hidup.

Bukan cuma rumah yang bersebelahan.

Tapi ada interaksi di antara orang-orangnya.

UMKM Dapat Pembeli, Warga Dapat Hiburan

Dari sisi ekonomi lokal, konsep ini juga punya efek yang menarik.

Ketika ada acara musik, orang datang lebih banyak.

Ketika orang datang, kemungkinan pedagang kuliner mendapatkan pembeli juga ikut meningkat.

Jadi satu kegiatan bisa memberikan ruang untuk beberapa pihak sekaligus.

Musisi mendapatkan panggung.

Anak muda mendapatkan tempat berekspresi.

Komunitas mendapatkan tempat berkumpul.

Pedagang mendapatkan calon pembeli.

Dan warga mendapatkan hiburan.

Tidak harus semuanya gratis dan tidak harus selalu besar.

Yang penting ekosistemnya jalan.

Mungkin Depok Memang Butuh Lebih Banyak Tempat Seperti Ini

Depok punya banyak komunitas, musisi, pelaku UMKM, anak muda kreatif, sampai warga yang sebenarnya punya kemampuan tetapi tidak punya banyak ruang untuk tampil.

Tempat seperti Taman Musik & Kuliner Sukatani menunjukkan bahwa ruang publik bisa punya fungsi lebih dari sekadar tempat lewat.

Bisa menjadi tempat bertemu.

Tempat jualan.

Tempat berkarya.

Bahkan tempat seorang mantan anak band yang sekarang jadi Pak RT kembali memegang mikrofon. 

Dan buat yang sedang membaca artikel ini sambil stres karena kerjaan?

Mungkin pesan siang ini sederhana:

Kerjaan boleh bikin kepala panas. Tapi jangan lupa, hidup juga perlu jeda.

Kalau nanti ada kesempatan, cari tempat di sekitar Depok yang punya ruang buat ngobrol, makan, menikmati musik, atau sekadar duduk tanpa memikirkan deadline selama beberapa menit.

Karena kadang yang kita butuhkan bukan liburan jauh.

Cuma keluar sebentar dari depan laptop.