
Dari Tape Jadi Roti, Cerita Kuliner Warga Pasir Putih Depok
Yang menarik justru bagaimana bahan yang sudah dikenal sejak lama bisa dicoba masuk ke bentuk makanan yang lebih dekat dengan selera sekarang.
DepokOnline — 29 September 2026
Kalau mendengar kata tape, yang terbayang mungkin tape singkong yang biasa dimakan begitu saja.
Manis, sedikit asam, lembut, dan biasanya cepat habis kalau sudah ada di meja.
Tapi di Pasir Putih, Sawangan, ceritanya bisa sedikit berbeda.
Di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Bombay, tape ternyata tidak berhenti sebagai makanan tradisional. Para pengrajin di sana mulai mengolahnya menjadi produk yang lebih kekinian: roti. Kabar tentang pengembangan olahan tape ini diberitakan Radar Depok pada Selasa (29/9/2026).
Bahan Lama, Cara Baru
Menariknya bukan sekadar soal membuat roti.
Yang menarik justru bagaimana bahan yang sudah dikenal sejak lama bisa dicoba masuk ke bentuk makanan yang lebih dekat dengan selera sekarang.
Tape punya karakter rasa sendiri. Ada rasa manis dan aroma khas hasil fermentasi yang membuatnya berbeda dari bahan roti pada umumnya.
Ketika kemudian diolah menjadi roti, bahan tradisional tersebut mendapat kesempatan untuk dikenal dalam bentuk yang berbeda.
Ini sebenarnya pola yang cukup menarik untuk usaha makanan rumahan.
Tidak selalu harus mencari bahan yang aneh atau produk yang benar-benar baru.
Kadang yang sudah ada di sekitar kita justru bisa dikembangkan lagi.
Kampung yang Tetap Punya Cerita
Kampung Bombay berada di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Nama Bombay sendiri bukan sesuatu yang baru bagi warga sekitar. Kawasan tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat sejak lama.
Dan seperti banyak kampung lain di Depok, cerita sebuah wilayah bukan cuma soal alamat.
Ada orang yang tinggal dan bekerja di sana. Ada usaha rumahan. Ada makanan yang dibuat turun-temurun. Ada juga warga yang mencoba mencari cara supaya produk lama tetap punya tempat di tengah perubahan selera.
Pengembangan tape menjadi roti menjadi salah satu contoh kecilnya.
Kenapa Produk Seperti Ini Menarik?
Karena produk lokal punya satu kelebihan yang sering sulit dibuat oleh brand besar:
cerita.
Orang bukan hanya membeli makanan.
Mereka bisa membeli sesuatu yang punya hubungan dengan tempat tertentu.
Misalnya, suatu hari orang mengenal Pasir Putih bukan hanya karena jalan atau perumahan, tetapi juga karena ada produk olahan tape yang dibuat oleh warga setempat.
Dari situ, produk sederhana bisa punya identitas.
Tentu saja perjalanan sebuah produk sampai menjadi usaha yang besar tidak sesederhana membuat resep lalu menjualnya.
Masih ada urusan kemasan, harga, pemasaran, izin, kualitas produksi, sampai bagaimana membuat orang mau membeli lagi.
Tapi setidaknya, langkah pertamanya sudah ada.
Bahan lokal dicoba.
Resep dikembangkan.
Kemudian dicari bentuk yang bisa diterima lebih banyak orang.
UMKM Depok Tidak Harus Selalu Seragam
Depok punya banyak usaha makanan kecil yang produknya mungkin sebenarnya menarik, tetapi belum banyak dikenal di luar lingkungannya sendiri.
Ada yang jualan dari rumah.
Ada yang mengandalkan pesanan WhatsApp.
Ada yang baru mulai menitipkan produknya ke warung atau kedai.
Ada juga yang produknya sudah bagus, tetapi belum tahu bagaimana memperkenalkannya ke pasar yang lebih luas.
Cerita dari Pasir Putih ini mengingatkan bahwa potensi kuliner Depok tidak selalu harus datang dari restoran besar.
Bisa saja datang dari dapur rumah di sebuah kampung.
Dan bisa jadi, produk yang menarik perhatian berikutnya bukan makanan yang sedang viral dari luar kota.
Mungkin justru makanan yang dibuat tetangga sendiri.
Dari Kampung, Bisa Jadi Oleh-Oleh Depok?
Tentu masih terlalu jauh untuk mengatakan produk olahan tape ini akan menjadi ikon kuliner Depok.
Tapi ide seperti ini menarik untuk dikembangkan.
Bayangkan kalau setiap kawasan di Depok punya satu atau dua produk khas yang mudah dikenali.
Pasar bukan hanya warga sekitar.
Orang dari kecamatan lain bisa penasaran.
Pengunjung dari luar Depok bisa membawa pulang sebagai oleh-oleh.
Bahkan pelaku UMKM lain bisa ikut terlibat dalam urusan kemasan, desain, pemasaran, sampai distribusi.
Satu produk akhirnya bisa membuka pintu untuk usaha lainnya.
Dan semuanya berawal dari sesuatu yang sederhana.
Tape yang kemudian dicoba menjadi roti
Artikel Terkait
Local InsightCiliwung Depok Jadi Sorotan, Bukan Cuma Soal Sampah tapi Juga Masa Depan Sungai
Aksli bersih sungai yang berlangsung pada Minggu (27/9) tidak hanya mengangkat persoalan sampah. Dalam penelusuran aliran Ciliwung di wilayah Depok, ditemukan pula persoalan bangunan di kawasan sempadan sungai dan titik-titik yang dinilai rentan mengalami erosi.
Local InsightDepok Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Warga Perlu Waspada
dikutip dari BMKG, Kota Depok termasuk wilayah Jawa Barat yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada Senin.
Local InsightHari Terakhir Milad KOOD di Depok, Ada Seni Budaya hingga Bazar UMKM
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 25 September ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kegiatan komunitas, perlombaan, serta area yang melibatkan pelaku UMKM. Acara tersebut terbuka untuk masyarakat dan dirancang sebagai ruang pertemuan antara kebudayaan lokal, komunitas, dan warga.