Sampah Depok Tak Hanya Soal TPA Cipayung, Warga Bisa Mulai dari Rumah
Tips & Trik

Sampah Depok Tak Hanya Soal TPA Cipayung, Warga Bisa Mulai dari Rumah

2 Oktober 2026
12 views
ShareWhatsAppFacebookX

Bagi warga, langkah pertama sebenarnya cukup sederhana: jangan mencampur semua jenis sampah. Sisa makanan, sayuran, dan sampah organik lainnya bisa dipisahkan dari botol plastik, kardus, kertas, atau kaleng yang masih dapat dimanfaatkan.

DepokOnline — Persoalan sampah di Kota Depok masih menjadi pekerjaan besar. Setiap hari, sampah dari rumah tangga, tempat usaha, hingga berbagai aktivitas masyarakat terus masuk ke sistem pengelolaan sampah kota.

Pemerintah Kota Depok pada September 2026 menyebut timbulan sampah di wilayahnya mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Di sisi lain, pemerintah sedang menyiapkan fasilitas pengolahan di kawasan TPA Cipayung dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari.

Artinya, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan di tempat pembuangan akhir. Sampah yang dihasilkan dari sumbernya juga perlu dikurangi dan dipilah sejak awal.

Hal tersebut juga menjadi perhatian Pemkot Depok. Dalam kerja sama pengelolaan sampah di TPA Cipayung yang ditandatangani September lalu, Wali Kota Depok Supian Suri mengajak masyarakat menyelesaikan persoalan sampah dari hulu, terutama dengan memisahkan sampah organik dari rumah.

Mulai dari tempat sampah di rumah

Bagi warga, langkah pertama sebenarnya cukup sederhana: jangan mencampur semua jenis sampah.

Sisa makanan, sayuran, dan sampah organik lainnya bisa dipisahkan dari botol plastik, kardus, kertas, atau kaleng yang masih dapat dimanfaatkan.

Pemilahan seperti ini membuat sampah yang masih memiliki nilai guna tidak langsung bercampur dengan sampah lainnya.

Di sejumlah wilayah, pengelolaan sampah juga sudah melibatkan bank sampah dan masyarakat. Dokumen perencanaan persampahan Kota Depok mencatat fasilitas bank sampah berada di bawah pengelolaan masyarakat maupun pihak swasta.

Sampah makanan jangan semuanya berakhir di tempat pembuangan

Sampah organik menjadi bagian penting dalam persoalan sampah rumah tangga.

Sisa makanan dan bahan organik tertentu dapat diolah kembali, misalnya melalui kompos atau metode pengolahan organik lainnya. Pemkot Depok juga telah mendorong pengelolaan sampah organik melalui sejumlah program di tingkat kelurahan.

Bagi warga yang belum terbiasa, tidak perlu langsung membuat sistem pengolahan yang rumit.

Memisahkan sisa makanan dari sampah plastik saja sudah menjadi langkah awal yang cukup berarti.

Botol plastik dan kardus jangan buru-buru dibuang

Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi juga sebaiknya dipisahkan.

Botol plastik, kardus, kertas, maupun kaleng dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui bank sampah atau pengelola daur ulang yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain mengurangi sampah yang dibuang, kebiasaan ini juga membuat sebagian sampah memiliki nilai ekonomi.

Konsepnya sederhana: tidak semua yang masuk ke tempat sampah harus berakhir di TPA.

Kurangi dari saat membeli

Mengurangi sampah juga bisa dilakukan sebelum barang tersebut menjadi sampah.

Membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum yang dapat dipakai berulang kali, serta menghindari pembelian barang dengan kemasan berlebihan merupakan beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Termasuk soal makanan. Membeli sesuai kebutuhan dan menghabiskan makanan yang sudah dibeli dapat membantu mengurangi sampah organik dari rumah.

Persoalan besar dimulai dari kebiasaan kecil

Pemerintah Kota Depok saat ini memang menyiapkan berbagai langkah untuk menangani persoalan sampah, termasuk pengolahan di TPA Cipayung dan kerja sama dengan pihak ketiga. Fasilitas baru yang disiapkan ditargetkan mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari menjadi produk olahan seperti SRF dan RDF.

Namun, kapasitas pengolahan sebesar itu tetap membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Semakin banyak sampah yang bisa dikurangi, dipilah, dan dimanfaatkan kembali sejak dari rumah, semakin sedikit pula sampah yang harus masuk ke tahap pengangkutan dan pemrosesan akhir.

Karena itu, persoalan sampah di Depok bukan hanya tentang apa yang terjadi di TPA Cipayung.

Ada bagian yang bisa dilakukan setiap warga, setiap hari, dari tempat paling dekat dengan kita: rumah sendiri.